
“Kita berharap kedepannya agar TTI dapat membantu pemerintah dalam memasarkan produksi cabai langsunh dari petani ke konsumen karena secara tidak langsung itu dapat memotong rantai pasok yang membuat harga di pasar menjadi sangat tinggi,” kata Direktur Jenderal Hortikultura Spudnik Sudjoni di Kantor Ditjen Hortikultura Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (18/9/2017).
Nantinya Ditjen Hortikultura sosialisasikan teknologi budidaya rendah pestisida atau ramah lingkungan guna mengurangi biaya produksi hingga 25%, menggalakkan mekanisasi pertanian (mektan) agar biaya tenaga kerja turun dan efisiensi sampai 30%.
Caranya adalah dengan membangun mitra kerja sama permanen dengan industri makanan, mendorong disiplin petani dalam penerapan manajemen tanam sepanjang tahun, serta peningkatan kapasitan petani terkait pengolahan hasil panen cabai guna tahan lama dan bernilai jual tinggi.
”Saya berharap nantinya akan ada dukungan daerah, supaya komoditas hortikultura ada kepastian harga. Karena disana kan ada Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID),” Tutup Spudnik. (Ning)
Sumber : Citra Indonesia
Tidak ada komentar